Turis 'Sandal Jepit' yang Taklukan Laut Bering

    Pemandangan kota Skagway di Alaska.

Negaratoto -- Kecintaan saya terhadap petualangan memang tak pernah bisa dibendung. Hanya bermodalkan tas dan sendal saya bisa nekat menghampiri tempat-tempat yang bisa memuaskan hasrat batin dan visual. 

Bertahun-tahun saya bangga dengan titel 'turis backpacker'. Tapi sebagai maniak wisata yang tak punya penghasilan tetap, saya punya kekhawatiran tidak bisa menjelajahi seluruh sudut dunia. "Uang dari mana?" batin saya. 

Sempat berpikir untuk menjadi pemetik buah di Australia atau Kanada, namun pekerjaan sesederhana itu memiliki syarat yang rumit, terutama untuk imigran. 

Pernah juga saya merencanakan untuk bekerja di Timur Tengah, tapi rencana itu kandas karena sekolah saya tidak 'tinggi'.

Hampir dua tahun saya menggantungkan tas dan sendal yang biasa saya pakai backpacking karena saya harus kembali duduk di bangku sekolah perhotelan. 

Lulus sekolah saya sudah diterima bekerja di sebuah kapal pesiar. Tapi saya belum bisa naik, karena banyak dokumen yang harus diurus, terutama visa Amerika Serikat, negara yang rutenya paling sering disambangi.

Percayalah, bahwa tidak ada orang yang gemar mengurus visa, karena ketidakpastian bisa membuat pengajuan ditolak sewaktu-waktu. 

Beberapa bulan saya menunggu resmi juga seluruh dokumen bekerja saya. Hari keberangkatan yang selama ini selalu menjadi doa sebelum tidur saya akhirnya terwujud juga. 

Pengalaman penulis Surat dari Rantau 

Turis 'Sandal Jepit' yang Taklukan Laut Bering Turis 'Sandal Jepit' yang Taklukan Laut Bering Reviewed by negara jaya on 11:12 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.